Lompat ke isi utama

Berita

Nyalakan Bara Pengawasan dari Bawah: Bawaslu Kota Langsa Perkuat Barisan Kader Alumni P2P

.

LANGSA — Ikhtiar menjaga muruah demokrasi tidak pernah berhenti di balik meja kantor pengawas pemilu. Mengukuhkan komitmen pengawasan berbasis masyarakat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Langsa menggelar rapat evaluasi intensif bersama komunitas pengawas partisipatif jebolan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Rabu (02/09/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan ruang konsolidasi kritis untuk menakar sejauh mana daya jangkau alumni P2P di lapangan, sekaligus memetakan hambatan riil saat berhadapan langsung dengan dinamika politik warga. Rapat dipadati oleh perwakilan elemen pemuda, aktivis kampus, penggerak komunitas sosial, serta jajaran pimpinan dan staf sekretariat Bawaslu Kota Langsa.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kota Langsa, Sri Wahyuni, mengibaratkan kader alumni P2P sebagai simpul nadi pengawasan yang berdenyut langsung di tengah denyut keseharian publik.

"Kader P2P adalah perpanjangan tangan sekaligus 'mata batin' pengawasan pemilu di tengah warga. Evaluasi hari ini bukan formalitas laporan kerja, melainkan kompas penyelarasan arah. Kita membedah kendala faktual di lapangan dan menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) konkret agar gerakan pengawasan partisipatif mampu bertransformasi menjadi kekuatan sipil yang mandiri, berani, dan kian berlipat ganda dampaknya," ujar Sri Wahyuni.

Diskusi berlangsung dinamis saat para anggota komunitas melontarkan ide-ide segar terkait formulasi literasi kepemiluan yang luwes bagi generasi muda, serta cara paling efektif menembus sekat informasi guna menangkal potensi pelanggaran sejak dini.

Apresiasi tinggi datang dari Wakil Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Kota Langsa, Marida Fitriani, yang memandang militansi kaum muda sebagai benteng pertahanan terbaik melawan apatisme politik dan praktik curang.

"Kami menaruh rasa hormat atas daya juang rekan-rekan komunitas yang tanpa lelah merawat jejaring pengawasan hingga sudut-sudut gampong. Benteng demokrasi yang paling kokoh bukanlah sanksi regulasi, melainkan kepekaan kritis masyarakat itu sendiri. Kolaborasi berkesinambungan antara Bawaslu dan elemen akar rumput inilah yang akan terus menyempitkan ruang gerak kecurangan, demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di Kota Langsa," tegas Marida Fitriani.

Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Kota Langsa dan komunitas P2P mematangkan agenda aksi terukur, memperluas kanal edukasi kreatif tatap muka maupun digital, guna memastikan nilai-nilai integritas pemilu tetap berakar kuat di seluruh lapisan masyarakat.