Bawaslu Langsa dan PWI Perkuat Sinergi, Kawal Kualitas Demokrasi
|
LANGSA – Demokrasi yang berkualitas tidak hanya membutuhkan penyelenggara pemilu yang berintegritas, tetapi juga dukungan pers yang independen, kritis, dan bertanggung jawab. Dalam upaya memperkuat partisipasi publik serta membangun kesadaran demokrasi, Bawaslu Kota Langsa melakukan konsolidasi demokrasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Langsa.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban di Cafe Noka, Sabtu (31/10/2026). Pertemuan ini dihadiri Anggota Bawaslu Kota Langsa, Marida Fitriani, Ketua PWI Kota Langsa, Putra Zulfirman, serta Sekretaris PWI Kota Langsa, Syafrizal.
Konsolidasi demokrasi ini menjadi ruang komunikasi dan pertukaran gagasan antara Bawaslu dan insan pers dalam membangun sinergi untuk menjaga kualitas demokrasi, khususnya menjelang tahapan Pemilu 2029.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya peran strategis media massa dalam menyampaikan informasi kepemiluan yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat. Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun literasi politik, mengawal transparansi, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Anggota Bawaslu Kota Langsa, Marida Fitriani, menyampaikan bahwa pengawasan pemilu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menjembatani informasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat. Melalui pemberitaan yang profesional dan bertanggung jawab, media dapat membantu masyarakat memahami proses demokrasi sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengawasan partisipatif.
"Sinergi Bawaslu dengan insan pers menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat. Pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui mekanisme kelembagaan, tetapi juga membutuhkan dukungan informasi, edukasi, dan kontrol sosial dari masyarakat. Di sinilah pers memiliki peran strategis," ungkap Marida.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Langsa, Putra Zulfirman, menyambut baik konsolidasi tersebut sebagai upaya memperkuat komunikasi dan kemitraan antara lembaga pengawas pemilu dengan organisasi profesi wartawan.
Pertemuan ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam penyebarluasan informasi kepemiluan, peningkatan literasi demokrasi, serta menangkal informasi keliru atau disinformasi yang berpotensi memengaruhi pemahaman masyarakat.
Bagi Bawaslu, membangun demokrasi bukan hanya tentang memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh informasi yang benar dan memiliki kesadaran untuk ikut menjaga proses demokrasi.
Konsolidasi bersama PWI Kota Langsa ini menjadi salah satu langkah memperkuat kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi tantangan demokrasi ke depan. Sebab, demokrasi yang sehat membutuhkan pengawasan yang kuat, pers yang independen, serta masyarakat yang kritis dan sadar akan hak-hak politiknya.
Bawaslu dan pers memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi bertemu pada satu tujuan yaitu menjaga agar demokrasi tetap berjalan dengan transparan, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan publik.(F3)
Penulis : Marida Fitriani